Tujuhbelasan di negeri orang
Agustus 15, 2009
Hari ini, kedutaan besar Indonesia di Belanda mengadakan pesta rakyat untuk menyambut HUT RI. Ga kalah seru dengan di Indonesia. Mungkin karena merasa senasib sepenanggungan di negeri orang. Mungkin juga karena sudah lama ga makan empek-empek, mie baso, siomai, es dawet, lapo, dan berbagai kuliner khas Indonesia lainnya. Mungkin karena tempat ajang kumpul2 orang perantauan, yang 24/7 sibuk mencari euro atau membuat paper dan di sinilah oase yang menyejukkan.
Pasar rakyat yang ceria dan merakyat, bahkan beberapa warga Belanda pun datang untuk ikut antri mie baso atau sate kambing. Tawa ceria di wajah anak-anak yang didandani dengan pakaian adat indonesia. Sungguh nostalgik, ingatan masa kecil memang bisa membuat aku tersenyum walau deadline thesis semakin mendekat.
Yang membuat ku terpana adalah seorang nenek yang menggunakan kebaya brokat hijau. Pemandangan yang asing di Belanda. Namun sosok inilah yang membuatku semakin terlempar dalam nostalgi. Mungkin kalo aku datang lebih pagi aku bisa semakin tersedot dalam pusaran mesin waktu dan melupakan ruang jasadku. Dengan lomba makan kerupuk, balap karung, dan banyak lagi lomba kecuali panjat pinang semakin membebaskan diriku dari kesadaran ruang bahwa aku di negeri orang.
Di Indonesia sendiri, sejak kuliah aku sudah tak pernah lagi ikut lomba di RT-RW tempat kos ku. Nonton pesta tujuhbelasan pun tidak. Malah menggerutu karena biasanya bikin macet, bising, dan tidak esensial. Namun di tengah kebanalan inilah rasa yang nostalgik itu sekarang muncul. Rasa yang melampaui ruang dan waktu, rasa prinordial yang mungkin tak terbahasakan.
Ya kita punya makna masing-masing tentang peringatan tujuhbelasan. Ini sekelumit makna yang kurasakan tadi. Lalu apa makna 17an bagi anda? Silahkan berbagi di sini
Agustus 15, 2009 at 16:47
makna 17 an, waktu bergotong royong!
Agustus 15, 2009 at 17:41
bergotong royong bersihin pekarangan, ngecat tembok dan pagar jadi putih, bikin hiasan bendera dan lampu di jalan, nah itu juga ya absen disini. Makasih sudah mengingatkan, met 17an.
Agustus 18, 2009 at 17:22
Makna 17 an menurut ku…
Ya makan greetong..
Kemaren malam, udah jadi tradisi di suatu RT mengadakan panggung 17an lengkap dengan orgen tunggal dan makan2 besar. walaupun sekarang udah ga jadi panitia inti 17an, udah dibilang terlalu udzur untuk mejeng2 jadi panitia 17an, tapi tetep begitu acara makan2 dimulai, langsung dateng. tinggal pasang muka celingak celinguk, pura2 cari mama ku.. Sekalian ambil piring, nasi yang lengkap dengan lauk pauk 4 sehat 5 sempurna..
17 Agustus memang membawa berkah…
Agustus 18, 2009 at 17:31
wah enaknya bisa makan gratis, disini ga ada yang zonder bayar
kemaren makan pempek dan baso aja habis 10 euro!!! huhuhuhuhuhuhu